Halaman

Senin, 12 Juli 2010

Harmoni untuk Metamorfosa


Sedikit muhasabah tentang Metamorfosa, tim Nasyid kami.
Kenapa Metamorfosa?
Entahlah, tidak mengerti maksud dari yang memberi nama itu.
Namun benakku mengartikan bahwa ada proses perubahan menuju lebih baik.
Khususnya bagi para personilnya dan umumnya untuk mereka yang mendengarkan.
Ya, kami harap kita bermetamorfosa menjadi lebih baik dimata Allah.
Mungkin itu yang diinginkan si pemberi nama.
Ketika diawal kami sepakat bernasyid untuk berdakwah.
Bukan untuk tebar pesona atau mencari kepopuleran belaka.
Tanya hatimu kih, sudahkah kau begitu?
Setidaknya ada saat-saat dimana niat itu melenceng.
Nasyid yang kami lantunkan pertama adalah Neo Shalawat.
Hmm, sebuah shalawat untuk nabi besar kita Muhammad SAW.
Adakah dari sifat-sifatnya yang sudah kau teladani?
Ah, payah kau kih!
Selanjutnya Arti Cinta dan Kasih Putih.
Arti Cinta, liriknya menceritakan kalau cinta itu adalah fitrah manusia.
Cinta kepada harta, tahta, dan manusia.
Tak akan terlena dan terbawa harumnya bunga asmara, yang akan membuat dirimu sengsara.
Hmm, lirik yang menarik dan menggelitik.
Benar, terlena akan membuat kita sengsara.
Dan dapat membuat persaudaraan retak karenanya.
Di lirik yang lain disebutkan kalau cinta yang abadi hanya untuk Allah saja.
Bercermin kih, sudahkah kau cinta padaNya?
Sudahkah kau tak terlena dengan harumnya bunga asmara?
Ah, payah kau kih!
Kasih Putih, mengajak kita untuk saling berbagi.
Kau dan aku, kita semua sama.
ya, sudahkah kau berbagi kih? berbagi rizki berbagi ilmu?
Tidak sombong dan kikir dengan temanmu kih? sesekali peduli dengan orang lain?
Ah, payah kau kih!
Temaram senandung nasyid taubat kita kepada Rabb.
Sempatkanlah untuk bangun kih.
Janganlah pernah kau merasa tak punya salah.
Merasa paling baik di antara yang lain.
Karena kematian itu kita tak kan tahu kapan.
Jangan pernah merasa amalmu sudah cukup untuk masuk ke syurgaNya.
Dinda dan Nanda Gradasi.
Nasyid untuk mereka yang sudah berkeluarga.
Menceritakan tentang indahnya pacaran setelah menikah.
Ah, indah memang disambut senyum ketika kembali.
Dan Nanda untuk bagaimana mendidik buah hati nantinya.
Ah, tak sabar untuk menanti saat-saat itu.
Pertahankan kih sampai saat itu tiba!
Di Pematang dan Gantole juga Gradasi.
Nasyid yang mengajak kita melihat indahnya alam.
Pegunungan Sawah Langit semua ciptaanNya.
Juga bagaimana kita bermimpi untuk membangun.
Jangan lupa darimana kau berasal kih!
Lalu Livin' in Harmony.
Menghargai setiap perbedaan untuk meraih bahagia.
Singkirkan semua dendam prasangka.
Yap, jauhi prasangka buruk kepada semua kih!
Dan dendam itu pun jangan dipupuk.
Izzatul Islam Mujahid Muda dan Barisan Jihad.
Nasyid semangat yang menggugah gairah pemuda.
Meggelorakan semangat muda untuk tegakknya panji Islam.
Megajak pemuda untuk tak hedonis.
Dan mungkin masih banyak lagi yang pernah kami senandungkan.
Juga masih banyak lagi pelajaran yang dapat dipetik.
Saatnya bercermin kih.
Sudahkah kau mengamalkan apa yang kau katakan?
Ataukah hanya berlalu begitu saja?
Ah, payah kau kih!




Jogjakarta, 09-Juli-2010
_AF.Mahalli_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar