Halaman

Senin, 28 Oktober 2013

Pemuda Pejuang

Yap, udah lama ga diurus ini blognya. haha. Tapi Alhamdulillah sih, meski ga nulis blog,  4 bulan kemarin ini sudah berhasil menelurkan 2 literatur buat jurusan. Semoga menjadi manfaat deh ya. :)

Kali ini sih bukan cuma mau posting tulisan aja, mau posting desain juga. mumpung hari sumpah pemuda. :)


Begitulah hakikatnya pemuda, bersamanya Ilmu dan Taqwa. Dan mari sejenak lihat kedalam diri, pantaskah kita disebut pemuda? sudahkah kita benar-benar menjadi seorang pemuda?
Miris, ketika banyak yang masih beranggapan kalau masa muda identik dengan foya dan pesta. Terlalu percuma jika energi muda tersebut hanya habis untuk hal kurang bermanfaat tersebut.
Masih dalam suasana Dzulhijjah, bagaimana cerita keluarga Ibrahim yang selalu dapat dijadikan hikmah. Isma'il, sosok pemuda yang selalu mengedepankan Taqwanya. Ketika tanpa ragu dia rela menjadi qurban yang menjadi perintah Allah kepada dirinya. Juga kisah Ibrahim muda, yang dengan ilmunya dia melawan tirani Raja Namrud.
Bagaimana seorang Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Ammar bin Yasir, Abdullah ibnu Abbas, dan pemuda-pemuda lainnya pada zaman Rasulullah menjadi bagian dari perjuangan perkembangan Islam di masanya. Tentu juga dengan bekal Ilmu dan Taqwa.
Juga kisah seorang Muhamman Al Fatih, di usianya yang ke-23 tahun berhasil menaklukkan benteng Konstantinopel. Benteng yang sejak zaman Rasulullah belum berhasil ditembus oleh pasukan Muslimin.
Dan masih banyak lagi pemuda-pemuda muslim yang dengan Ilmu dan Taqwanya mereka berhasil menumpas tirani, dan kemudian menjadi hikmah bagi pemuda-pemuda setelahnya.
Tak perlu jauh, kemerdekaan Indonesia pun lahir berkat semangat para pemuda-pemuda muslim yang gerah dengan tirani kompeni. Ya, tentu dengan Ilmu dan Taqwa. Pemuda-pemuda ini kemudian bersatu dan berhasil mengusir penjajah.
Nah, tentu kisah-kisah pemuda yang berjaya, yang tercatat dalam sejarah dan kemudian menjadi hikmah, bukanlah pemuda yang kesehariannya dihabiskan untuk hal-hal yang sepele. Ah, lihat sejenak kedalam diri kita. Masihkah begitu?
Indonesia kedepannya dipimpin oleh pemuda-pemuda sekarang. Jika memang masih menghabiskan energi muda untuk berfoya, maka semoga kita bukan menjadi sandungan para pemuda yang sedang berjuang menyelamatkan Indonesia.
Jika kita bukan bagian dari pemuda penyelamat tersebut, berharaplah bukan menjadi penghambat, jika memang masih cinta Indonesia.
Kembali lagi keatas, hakikat pemuda adalah Ilmu dan Taqwa. Semoga kita masih bisa disebut pemuda. Dan tentu, yang menjadi bagian dari perjuangan.

Ya Allah, hadirkanlah sosok-sosok Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Ammar bin Yasir, Abdullah ibnu Abbas, dan sosok-sosok pemuda zaman Rasulullah SAW di Indonesia ini.
Ya Allah, hadirkanlah sosok Muhammad Al Fatih dari bangsa ini.
Ya Allah, hadirkanlah kembali sosok pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan Indonesia di negeri ini.
Ya Allah, jadikanlah Ilmu dan Taqwa senantiasa menghiasi hari-hari kami.
Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari pejuang, bukan penghabat pejuang.

Selamat mengenang perjuangan pemuda pendahulu.
Selamat menjadi pemuda.
Selamat berjuang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar