Halaman

Rabu, 07 Mei 2014

Tentang Impian

Beh, udah setengah tahun ga di urus. Lama bingit. ._.

Akhir-akhir ini sering muncul twit-twit atau update status atau nasihat-nasihat dari temen atau apalah yang berbicara tentang mimpi, impian, harapan dan yang sejenisnya. Jadi tertarik untuk nulis tentang mimpi.
Alkisah ada seorang anak kecil, ia punya mimpi, ingin menjadi Presiden. Seiring berjalannya waktu, mimpi itu terus berubah sesuai kehendaknya. Maklum, masih kecil. Mimpi itu terus berubah, mulai ingin jadi penulis, politisi, hakim, pengacara, jurnalis. Dan sekarang apakah sudah terwujud? entah lah. Hahaha..
Kenapa sih kita harus punya mimpi? Karena mimpi itu lah yang membuat kita tetap hidup. Tanpa mimpi, hidup seperti hampa (ceilaah, dasar jomblo!). Simpelnya, kalau tidak ada sesuatu yang ingin dicapai, hidup cenderung monoton. Hidup pun ya sekedarnya aja, sekedar bisa nafas, sekedar bisa makan, sekedar bisa buang air, sekedar bisa tidur. Kalau tak punya mimpi, maka kita akan menjadi bagian dari mimpi orang lain.
Cerita-cerita tentang mimpi ini sudah banyak, kiat-kiatnya, dan sebagainya. Beberapa yang populer mungkin tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Motivator-motivator pun menjamur, mendongeng bagaimana kita harus bermimpi. Pun sejarah mencatat, kejadian-kejadian, penemuan-penmuan semua berawal dari mimpi. Kemerdekaan Indonesia pun berawal dari mimpi, mimpi pemuda-pemuda Indonesia pada masa itu yang ingin bangsa Indonesia lepas dari penjajahan.
Nah, mimpi itu berawal dari niat. Niat ingin bermimpi, dan niat ketika mimpi sudah tercapai. Sebaik-baik niat, adalah yang diniatkan karena Allah. Maka, niatkanlah karena Allah. Terlalu percuma kalau niat kita hanya untuk urusan dunia, apalagi hanya untuk kebanggaan diri. Tak hanya di awal saja, tapi niat itu juga harus terjaga sepanjang pencapaian mimpi tadi. Kemudian hal lain yang tak kalah penting adalah yakin kalau kita mampu mencapai apa yang kita mimpikan. Ini penting, jika rasa optimis tercapai saja tidak ada, bagaimana mau mencapainya?
Terus, mimpimu apa qih? hmm. Dulu sih sempet update status di FB, kalau pada ulang tahun yang ke-(lupa) pengen dilantik jadi presiden. Haha, kebetulan hari pelantikan presiden bertepatan sama hari ulang tahun gw. Hihi, itu becandaan aja sih tapinya. Balik lagi, apasih mimpi gw? hmm, untuk jangka panjang gw pengen jadi salah satu orang yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan, entah itu di tingkat nasional atau provinsi, atau kota, atau bahkan tingkat RT sekalipun! hahaa. Belum fokus ya? yap, nanti difokuskan lagi. Jangka pendeknya, meniti jalan menuju mimpi jangka panjang tadi. Seperti mencari destinasi untuk lanjut studi atau kerja atau tempat mengabdi. Belum fokus lagi ya? iya, jangan ditiru ya.
Jadi, teruslah bermimpi. Mimpi akan membuatmu hidup. "Apa yang terjadi hari ini adalah mimpiku kemarin, dan yang terjadi esok adalah mimpiku hari ini", salah satu frase yang populer buat gw, dari Imam Hasan Al-Banna. Biarkan mimpi kita yang mengatur kita. Beranilah bermimpi, seperti kata Andrea Hirata, "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu". Jangan jadikan kegagalan demi kegagalan menjadi penghambat pencapaian mimpi. "Dan mimpi tidak boleh selesai karena kegagalan", satu lagi frase yang gw percaya, lupa ngutipnya dari buku mana.

Jangan berhenti pada lamunan,
Tulislah impianmu.
Jangan berhenti pada tulisan,
Raihlah impianmu.
Jangan berhenti pada usaha,
Selipkan dalam Do'amu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar