Halaman

Kamis, 14 Agustus 2014

Saudaraku

Sebuah sajak yang ditulis saat hendak meninggalkan Kota tempat belajar, belajar segala hal, Yogyakarta. Sajak yang juga melengkapi sebuah buku. Sajak tentang mereka, tentang kami, juga tentang kita. Untukmu Saudaraku.


Saudaraku,
SNADA dalam nasyid Teman Sejati
Berkisah tengah mencari seorang
Untuk menemani perjuangan suci

Saudaraku,
Bukankah kita begitu
Menemani mendukung menasihati
Bersama di jalan ini

Saudaraku,
Nasyid tarbiyah Ribathul Ukhuwah
Mengajarkan bahwa ukhuwah
Sebagai pengikat dan Izzah dalam Intima

Saudaraku,
Bukankah kita begitu
Bersama terikat dan bangga
Dalam Intima di jalan Nya

Saudaraku,
Edcoustic pun berkisah dalam nasyidnya
Berpisah tak berarti berhenti berjuang
Kenanglah masa indah sebiru hari ini

Saudaraku,
Bukankah kita begitu
Tetap dan terus berjuang
Dan tak lupa akan kita

Saudaraku,
Terima kasih untuk segala
Ajakan nasihat juga dukungan
Selama berjalan bersama

Saudaraku,
Maafkan juga diriku
Atas tingkah kata tak patut
Selama berjuang bersama

Saudaraku,
Selipkan kita dalam tiap do'a
Agar jauh pun tetap terasa dekat
Semoga selalu dalam lindunganNya

02/06/2014
dalam bilik perenungan
.maha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar