Halaman

Jumat, 12 September 2014

Bahagia itu Sederhana

Tulisan ini berawal dari bincang sederhana, dengan seorang sahabat. Yap, tentang bahagia. Bincang kami sederhana, menyoal masa depan. Masa dimana tak bisa kita prediksi, hanya Allah yang Maha Mengatahui lah yang mengerti soal masa depan. Manusia cukup berencana, berusaha, dan berdoa, sisanya biar menjadi rahasia Allah SWT. Frase yang sangat umum sekali kita deng
ar.
Bincang kami terus berlanjut, hingga soal takut masa depan. Kesimpulan kami, takut masa depan sama saja seperti kita tidak percaya sama Allah. Yap, jika memang kita beriman kepada Allah, tak perlu takut soal masa depan. Allah sudah menyiapkan semuanya, soal rezeki, jodoh, semua. Kembali, tinggal bagaimana kita berusaha dan meminta kepadaNya.
Dan pada akhirnya, bincang berlanjut menyoal makna bahagia. Bahagia itu seperti apa? begitu pertanyaan kami. Jika memang bahagia itu soal materi, maka bisa saja orang itu tak kan pernah bahagia, karena pada dasarnya ia tak kan pernah puas dengan apa yang ia miliki. Yap, mungkin definisi bahagia tiap orang berbeda, maka, buatlah definisi yang tepat untuk bahagia itu. Defisini yang benar-benar dapat membuat kita bahagia, bukan yang membuat kita sengsara mencari bahagia.
Kesimpulan kami soal makna bahagia ialah tentang syukur. Bahagia ialah bagaimana kita bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita dapat. Seperti Firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 7, bahwa Allah akan menambah nikmat jika kita bersyukur kepadaNya. Kesimpulan kami bahwa jangan tunggu bahagia untuk bersyukur, bersyukurlah maka kamu akan bahagia.
Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar