Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ide

Self Publishing, Solusi Publikasi Karya

Seorang penulis tentu ingin membukukan dan mempublikasikan karyanya. Ada berbagai cara mempublikasikan karya, baik itu via media maya maupun media cetak. Cara yang paling umum digunakan untuk mempublikasikan karya via media cetak adalah melalui penerbit mayor. Kita cukup mengirimkan naskah tulisan kita ke penerbit mayor. Setelah itu penerbit akan mencetak dan memasarkan tulisan yang sudah dibukukan. Proses naskah, dari pengiriman hingga penerbitan, memang bukan proses yang pendek. Membutuhkan waktu hingga naskah tersebut siap edar. Naskah yang di kirim akan diseleksi editor dan memakan waktu selama 3 bulan hingga 2 tahun. Tiap-tiap penerbit mayor memiliki krit e ria-kriteria naskah tertentu , sesuai dengan pasar yang disasarnya. Dalam prosesnya, naskah akan diseleksi berdasarkan kriteria-kriteria penerbit mayor tersebut. Selain itu, pemilihan naskah disesuaikan pula dengan tren pasar yang sedang berkembang, serta seleksi berdasarkan bentuk penulisan naskah tersebut. Selain me...

Bahagia itu Sederhana

Tulisan ini berawal dari bincang sederhana, dengan seorang sahabat. Yap, tentang bahagia. Bincang kami sederhana, menyoal masa depan. Masa dimana tak bisa kita prediksi, hanya Allah yang Maha Mengatahui lah yang mengerti soal masa depan. Manusia cukup berencana, berusaha, dan berdoa, sisanya biar menjadi rahasia Allah SWT. Frase yang sangat umum sekali kita deng ar. Bincang kami terus berlanjut, hingga soal takut masa depan. Kesimpulan kami, takut masa depan sama saja seperti kita tidak percaya sama Allah. Yap, jika memang kita beriman kepada Allah, tak perlu takut soal masa depan. Allah sudah menyiapkan semuanya, soal rezeki, jodoh, semua. Kembali, tinggal bagaimana kita berusaha dan meminta kepadaNya. Dan pada akhirnya, bincang berlanjut menyoal makna bahagia. Bahagia itu seperti apa? begitu pertanyaan kami. Jika memang bahagia itu soal materi, maka bisa saja orang itu tak kan pernah bahagia, karena pada dasarnya ia tak kan pernah puas dengan apa yang ia miliki. Yap, mungkin de...

Upin & Ipin: Lucu dan Penuh Nilai

Upin Ipin, salah satu film animasi, menjadi hiburan tersediri (setidaknya buat gw) ditengah riuhnya acara-acara televisi yang aneh-aneh. Yap, aneh. Mulai dari acara komedi saling caci plus joget-joget yang apasih, hingga sinetron-sinetron yang entah apa maksudnya. Belum lagi acara-acara berita yang (buat gw) cukup membosankan, di isi dengan pencitraan tokoh-tokoh atau penghancuran tokoh yang lain. Di antara acara-acara yang makin aneh tadi, masih ada acara-acara yang menghibur dan mendidik. Acara-acara yang tak hanya menghibur, namun juga menumbuhkan optimisme dalam diri. Acara-acara talk show inspiratif, jelajah negeri, dan beberapa film animasi. Yap, film animasi, mau cerita tentang film animasi favorit gw, upin ipin. Cerita upin ipin itu sederhana bro, cuma kisah tentang sekelompok anak kecil yang seneng main. Udah, gitu doang, main doang. Salah satu yang membuat gw tertarik dengan upin ipin karena latarnya, melayu. Yap, upin ipin ini emang film animasi punya negri jiran, ...

Islam dan Zaman Modern

Oke, kali ini gw kembali dengan tulisan sotoy gw. Sebuah pemikiran yang sangat sotoy. Haha. Jadi ini tuh dulu gw bikin buat bantuin PR Agamanya temen gw. Daripada sayang tulisannya, mending tak post disini aja dah. :3 Sejauh mana peran iman dan taqwa dalam kehidupan modern. Pertama kita harus definisikan dulu apa itu iman dan apa itu taqwa. Kita ambil definisi yang paling sederhana. Iman adalah percaya. Mengacu pada rukun iman yang 6, maka dapat didefinisikan (secara sederhana) lagi seperti berikut: 1. Iman kepada Allah, artinya percaya bahwa Allah itu ada. Sederhananya seperti itu. Percaya bahwa Allah lah Sang Maha Segalanya. Percaya bahwa ada Allah yang selalu melihat apa yang kita perbuat. Percaya bahwa ada Allah yang mendengarkan doa-doa kita. 2. Iman kepada Malaikat. Sederhananya, percaya bahwa ada makhluk ciptaan Allah bernama malaikat. Yang selalu bertasbih dan taat kepada Allah. Yang salah diantaranya bertugas untuk mencatat segala perbuatan kita, mengadili kita, bahkan...

Kebebasan dan Ketidakadilan

yak gw bikin lagi analisis bodoh, cuma bagian dari keresahan yang ada difikiran aja. selamat membaca, maaf yoo kalo aneh. hhe. :3 Kebebasan berekspresi, demokrasi, dan HAM sekarang seolah sudah menjadi Tuhan di Indonesia. Ya, karena semua hal jadi terkesan "boleh" dilakukan karena ya itu bagian dari kebebasan berekspresi, karena setiap orang punya hak asasi masing-masing. "Jadi ya suka-suka dong, mau gw pake baju minim, mau ga pake baju juga ya hak gw dong" begitu mungkin kata mereka, "Ini kan negara demokrasi". Ya kira-kira begitulah. Bahkan ketika pemerintah ingin membuat peraturan UU Pornografi dan Pornoaksi, beberapa aktifis (abal-abal) mendemo pemerintah karena menurut mereka itu mengekang kebebasan berekspresi. Dan kalau di ingatkan, kira-kira akan terjadi percakapan seperti ini: A (mba-mba pakaian minim) B  (yang mengingatkan) B: mba, kok pake bajunya minim banget? A: suka-suka gw dong, hak gw lah mau pake apaan. B: tapi kan ga sopan mba...

Membenarkan Yang Biasa

Bismillah, Baru beberapa minggu kemarin ada lagi salah satu pegawai pajak yang bermasalah, tentu juga mengingatkan kita betapa bejatnya Gayus mengambil banyak keuntungan dengan pekerjaannya sebagai pegawai pajak. Dan agak risih juga kalau denger kalau "suap-menyuap" di lingkungan itu adalah hal yang biasa. Ah, ga cuma di lingkungan pajak saja, di setiap lingkungan instansi pemerintah yang berkaitan dengan administrsi sepertinya juga sudah menjadi hal yang biasa. Hal-hal yang biasa yang kemudian seolah menjadi benar untuk dilakukan. Tak ada rasa malu lagi, apalagi merasa bersalah. Pernah baca sebuah artikel tentang pengakuan dari salah satu cawagub yang sedang bertarung dalam pilkada, beliau bilang kalau politik uang itu hal yang biasa. Lagi, suatu hal yang sudah biasa kemudian seolah menjadi benar. Dan mungkin masih banyak lagi perkara-perkara yang menjurus ke korupsi, kecurangan, dan hal-hal sejenis yang karena sudah terlalu sering dilakukan hingga akhirnya perkara tersebu...

20.10.2010

dan kini 18 .. hmm,, kembali dengan tulisan ga jelas gw .. selamat menikmatii ..hha hari ini, 20 Okt 2010 tepat 1 tahun pemerintahan SBY jilid 2 berdiri hmm, tak ada yang spesial di tahun keduanya menjabat tak buruk juga memang sudah banyak yang beliau beri namun banyak juga yang tak sengaja belum dilaksanakan dan hari ini pun menjadi puncak dari segala aksi yang kami lakukan setahun ini banyak memang tuntutan kami namun itulah bentuk rasa cinta kami kepada beliau kami tak ingin ditahun kedua ini beliau terpuruk kami ingin melihat pemimpin kami berhasil mempertanggungjawabkan amanahnya dihadapan Allah kelak ya sekali lagi, karena kami cinta dengan beliau inilah cara kami tak lelah berteriak meski tak didengar tak berhenti menulis meski tak dibaca tak putus berharap meski tak kunjung datang tak pernah menyarah meski kerap gagal teriakan kami pun kalian anggap gonggongan ajning belaka ya, kami memang mengonggong ketika ada yang salah ketika hak majikan kami terombang-...

Diskusi konyol kami

--> Hmm, pengen nulis yang agak serius untuk tulisan ini. Tapi, kalo serius malah susah keluar idenya. Hhe.. jadi maklum aja kalo kali ini tulisannya juga ga jelas. Oke, mari mulai. Sebuah diskusi ringan (bukan diskusi juga sih kayaknya..) dengan kawan mengenai masalah yang ada di dunia,dan pandangan kami sebagai mahasiswa yang konyol. Lupa awalnya ampe kita diskusi kaya gimana, pokoknya kita lagi ngomongin aksi gitu laah.. intinya mahasiswa yang peduli dengan masalah yang terjadi disekitarnya, setidaknya dia melakukan aksi untuk mengatasi masalah tersebut. Nah, trus kalo masalah negara kan kita mahasiswa ga bisa mencampuri sangat dalam. Disini kami punya cara yang beda rupanya, kalo gw biasanya hearing dengan orang penting atau aksi langsung turun ke jalan kalo paham dengan masalahnya, kalo dia agak lebih halus, aksinya dalam bentuk karya seni.. cara halus, namun ga mengurangi esensi dari kritik apa yang mau disampein. Yang mana yang bener?...

Ironi

Bangsa kita bangsa yang kaya Tapi kita tak mampu menjadi orang kaya Bangsa kita bangsa yang besar Tapi kita tak kuat menjadi orang besar Bangsa kita bangsa yang kuat Tapi kita tak mau menjadi kuat Bangsa kita bangsa yang hebat Tapi kita tak kuasa menjadi orang hebat Sebuah ironi Sumber dan alam kita melimpah Tapi hutang tak lunas Penduduk kita banyak Tapi sedikit yang peduli Armada kita mumpuni Tapi keamanan kacau Orang ahli kita tak sedikit Tapi mereka tak di anggap ah, apa yang salah dengan kita? Pemimpin kita saling menyalahkan Penduduk kita semakin malas Pemuda kita tak lagi peduli Anak-anak kita teracuni Namun cahaya itu tak kan padam Pelita-pelita bangsa mencoba terang kembali Karena Harapan itu masih ada!!

mereka

aku bukan sukarno yang memiliki citacita tinggi untuk indonesia aku bukan ahmadinejad yang berani menentang negara yang lebih besar aku bukan nelson mandela yang mampu memenangkan kaum minoritas aku bukan syeikh ahmad yassin yang mampu memimpin walau duduk di kursi roda aku bukan hasan al-banna yang mampu memimpin pergerakan da'wah aku bukan umar bin khattab yang ditakuti oleh musuhnya aku bukan abu bakar yang memiliki wibawa di mata rakyatnya ya, mereka memang tokoh yang luar biasa dimata rakyat mereka. semoga aku pun kelak bisa menjadi seperti mereka. setidaknya untuk memimpin keluarga. hhe