Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label testimoni

Berkunjung ke Museum Aoyama Gosho, Tottori

Salah satu tujuan wajib yang sangat pengen gw datengin selama di Jepang ini ialah Aoyama Gosho Manga Museum, di Hokuei Town, Tottori Perfecture. Berangkat kesana dengan istri dan anak. Ya soalnya kami termasuk pecinta Detective Conan. Ehehe. Jadi, berangkat kesana jadi tujuan yang paling kami inginkan. Situs resminya ada bisa langsung klik aja ke sini Berangkat dari Kyoto, kami naik kereta Limited Express ke Tottori. Yang lebih murah dari Shinkansen, dan lebih cepat dan nyaman dari kereta lokal biasa. Kyoto-Tottori sekitar 3 - 4 jam. Sampai di Tottori, kami menginap semalam, dan baru berangkat ke Hokuei esok harinya. Lokasi Museum Aoyama Gosho ini bukan di Tottori kotanya, masih jauh lagi, dan desa sekali lokasinya. Jadi dari Stasiun Tottori kami berangkat menuju Stasiun Yura. Perjalanan sekitar 1 - 2 jam. Kalian akan liat pemandangan desa nya Jepang dah. Terpencilililil~. Sampai di Yura Stasiun, atau biasanya disebut juga Stasiun Conan, langsung disuguhi segala gegambaran soal ter...

Cerita di Motegi MotoGP 2018

Haihaihaiii.. Lama tak ber-testimoni lagi. Lebih sering nulis caption di IG sih sebenernya. haha. Padahal ya ga nulis-nulis juga disana. ._. Yak, kali ini mencoba menulis lagi disini, tentang perjalanan ke Motegi dalam menonton langsung MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi. Tulisan ini dibuat dalam rangka berbagi informasi kepada kalian-kalian yang punya rencana buat nonton MotoGP di Motegi. Kira-kira, gw punya wacana buat nonton langsung MotoGP di Motegi adalah gara-gara si Nadia (temen kampus) nonton MotoGP langsung di Sepang (2017). Dari situ kepikiran, kenapa pas kulia di Jepang nanti, ga sekalian aja nonton Moto GP langsung di Motegi. Dari situlah kami mulai berwacana. Ya namanya wacana, gede di omongan doang, masi sangat ga jelas bakal pergi apa engga. Apalagi saat itu belum tau jadwal kuliah nanti gimana, dan gimana caranya bisa dapet tiket murah dari Shiga ke Tokyo. Barulah kemudian September kemarin, setelah sampai di Jepang, mulai lah tanya-tanya gimana cara ke Tokyo ya...

Season Ramadhan: Belajar Istiqomah, Istiqomah Belajar.

Ada sebuah postingan yang menarik dari salah satu grup di jejaring Line. Berikut adalah postingan tersebut: Ya, Season Ramadhan, begitu kadang kita menyebutnya. Yaitu ketika kita berusaha meningkatkan ibadah kita Ketika kita berusaha meninggalkan ke-sia sia-an Ketika kita berlomba mengoptimalkan amalan-amalan sunnah Ya, Ramadhan. Bukankah Ramadhan itu berkah? Ketika di bulan lain kita lalai, Kini kita lebih disiplin dalam beribadah Bukankah Ramadhan itu nikmat? Ketika di bulan lain kita sering menyiakan waktu, Kini bahkan kita terus mengejar Ibadah sunnah. Bukankah Ramadhan itu indah? Maka, di bulan ini lah kita belajar, di bulan ini lah kita di-didik, Belajar untuk Istiqomah, Istiqomah untuk Belajar. Tentang meningkatkan kapasitas diri, Juga soal menjadi lebih baik. Dan semoga, Ramadhan ini menjadikan kita lebih baik dari yang lalu Juga terus istiqomah dengan capaian saat ini. .afm.

Pinnochio: Drama Realita Media (?)

Sumber: asianwiki Pinnochio, sebuah judul drama korea yang berkisah tentang reporter dan dapur sebuah media. Tulisan saya disini saya batasi, tidak akan membahas kisah cinta ataupun kisah keluarga yang ada, juga ga akan menceritakan bagaimana si Park Shin Hye lucu, bawel dan cantiknya beeeeeuh (ahahaha :v), juga ga akan membahas soal kebetulan yang jahat yang baiknya ternyata orang-orang dekat, dan semacamnya. Jadi ya, saya hanya ingin membahas kisah "pers"-nya saja. Tema utama tentang media ini lah sebenernya yang membuat saya tertarik untuk menonton drama ini (iyee, karena Park Shin Hye juga :v). Awal kisah dimulai dari berita tentang kebakaran pabrik yang menewaskan beberapa orang pemadam kebakaran didalamnya. Kemudian media memberitakan bahwa kepala pemadam kebakaran saat itu lah yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya para pemadam saat itu. Framing yang dilakukan media saat itu hanya fokus pada si kepala pemadam itu, tanpa mencari fakta sebenarnya kenapa te...

Memaknai Hari Lahir

Hari lahir, umumnya ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap mereka yang telah terlahir. Berbagai pesta, mulai dari pesta mewah hingga yang sekedarnya tak jarang dihelat untuk merayakan momen hari lahir tiap tahunnya. Untaian kata selamat dan doa juga bertubi-tubi di ucapkan oleh rekan dan keluarga, untuk kesehatan dan segala rezeki dimasa mendatang.  Kemudian, apa sebenarnya makna dari hari lahir itu? untuk apa ritual tahunan tersebut dirayakan? adakah hikmah-hikmah yang bisa kita ambil daripada sekedar menjalankan ritual atau gengsi? Pada dasarnya tiap-tiap individu memiliki pemaknaan masing-masing terhadap datangnya hari lahir. Dan disini, saya ingin mencoba menuliskan beberapa pemaknaan dari umumnya yang sering saya dengar. Momen hari lahir adalah momen berkurangnya masa hidup. Setiap yang bernyawa pasti akan mati, begitu firman Allah di dalam Al-Quran (3:185). Maka, banyak yang memaknai hari lahir sebagai berkurangnya jatah hidup didunia, dan semakin de...

(Review) Max Havelaar; Cerita Kejamnya Kolonial

Yak, akhirnyaaa, setelah berbulan-bulan selesai juga gw baca buku Max Havelaar. Dan mau cerita sedikit deh tentang buku itu. " Kisah yang 'membunuh' kolonialisme. "-- --Pramoedya Ananta Toer ( New York Times, 1999) Buku Max Havelaar dikarang oleh Multatuli, atau lebih kita kenal dengan nama Eduard Douwes Dekker (1820-1887). Douwes Dekker ini petama gw kenal ya di buku sejarah jaman SMP dulu, yang bikin Indische Partij, bareng sama Tjipto Magunkusumo dan Ki Hajar Dewantara (oke dua nama ini gw googling dulu, lupa broo :v). Nah Douwes Dekker yang bikin Indische Partij ini beda dengan Douwes Dekker Multatuli. Ini juga gw baru tau. Jadi si Multatuli ini dia mengabdi sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda selama 18 tahun. Sebelum masuk ke isi buku, tak tulis dulu deh apa yang ada di sampul belakang buku, semacam ringkasan dari penerbitnya. Max Havelaar, ditulis oleh Eduard Douwes Dekker, mantan Asisten Lebak, Banten, pada abad ke-19. Douwes Dekker terusik...

Bahagia itu Sederhana

Tulisan ini berawal dari bincang sederhana, dengan seorang sahabat. Yap, tentang bahagia. Bincang kami sederhana, menyoal masa depan. Masa dimana tak bisa kita prediksi, hanya Allah yang Maha Mengatahui lah yang mengerti soal masa depan. Manusia cukup berencana, berusaha, dan berdoa, sisanya biar menjadi rahasia Allah SWT. Frase yang sangat umum sekali kita deng ar. Bincang kami terus berlanjut, hingga soal takut masa depan. Kesimpulan kami, takut masa depan sama saja seperti kita tidak percaya sama Allah. Yap, jika memang kita beriman kepada Allah, tak perlu takut soal masa depan. Allah sudah menyiapkan semuanya, soal rezeki, jodoh, semua. Kembali, tinggal bagaimana kita berusaha dan meminta kepadaNya. Dan pada akhirnya, bincang berlanjut menyoal makna bahagia. Bahagia itu seperti apa? begitu pertanyaan kami. Jika memang bahagia itu soal materi, maka bisa saja orang itu tak kan pernah bahagia, karena pada dasarnya ia tak kan pernah puas dengan apa yang ia miliki. Yap, mungkin de...

Upin & Ipin: Lucu dan Penuh Nilai

Upin Ipin, salah satu film animasi, menjadi hiburan tersediri (setidaknya buat gw) ditengah riuhnya acara-acara televisi yang aneh-aneh. Yap, aneh. Mulai dari acara komedi saling caci plus joget-joget yang apasih, hingga sinetron-sinetron yang entah apa maksudnya. Belum lagi acara-acara berita yang (buat gw) cukup membosankan, di isi dengan pencitraan tokoh-tokoh atau penghancuran tokoh yang lain. Di antara acara-acara yang makin aneh tadi, masih ada acara-acara yang menghibur dan mendidik. Acara-acara yang tak hanya menghibur, namun juga menumbuhkan optimisme dalam diri. Acara-acara talk show inspiratif, jelajah negeri, dan beberapa film animasi. Yap, film animasi, mau cerita tentang film animasi favorit gw, upin ipin. Cerita upin ipin itu sederhana bro, cuma kisah tentang sekelompok anak kecil yang seneng main. Udah, gitu doang, main doang. Salah satu yang membuat gw tertarik dengan upin ipin karena latarnya, melayu. Yap, upin ipin ini emang film animasi punya negri jiran, ...

Percakapan Dengan Malam

Hei malam, Jangan lah kau cepat beranjak Aku masih belum mau pagi Bukan aku membenci pagi Tapi belum mau saja Ada rasa yang mengganjal Rasa yang pernah hadir Belasan tahun yang lalu Ketika beranjak dari lahan Lahan tempat menanam Begitu aku menyebutnya Kini pun sama Harus beranjak pula Dari lahan penghijauan Begitu kini aku menyebutnya Menuju lahan lain Yang entah bagaimana Rupa dan badainya Ah, malam Aku belum mau pagi Belum siap Namun semua niscaya Harus siap, harus siap Ya, semoga bisa kembali Kembali menghijau di lahan ini Dan, hai malam Aku titip lahan itu Dan untukmu pagi Bawa aku nanti Aku siap pergi pecakapan dengan malam dalam sebuah bilik di lahan penghijauan 07062014 .maha.

Tentang Impian

Beh, udah setengah tahun ga di urus. Lama bingit. ._. Akhir-akhir ini sering muncul twit-twit atau update status atau nasihat-nasihat dari temen atau apalah yang berbicara tentang mimpi, impian, harapan dan yang sejenisnya. Jadi tertarik untuk nulis tentang mimpi. Alkisah ada seorang anak kecil, ia punya mimpi, ingin menjadi Presiden. Seiring berjalannya waktu, mimpi itu terus berubah sesuai kehendaknya. Maklum, masih kecil. Mimpi itu terus berubah, mulai ingin jadi penulis, politisi, hakim, pengacara, jurnalis. Dan sekarang apakah sudah terwujud? entah lah. Hahaha.. Kenapa sih kita harus punya mimpi? Karena mimpi itu lah yang membuat kita tetap hidup. Tanpa mimpi, hidup seperti hampa (ceilaah, dasar jomblo!). Simpelnya, kalau tidak ada sesuatu yang ingin dicapai, hidup cenderung monoton. Hidup pun ya sekedarnya aja, sekedar bisa nafas, sekedar bisa makan, sekedar bisa buang air, sekedar bisa tidur. Kalau tak punya mimpi, maka kita akan menjadi bagian dari mimpi orang lain. Cerita...

Pemuda Pejuang

Yap, udah lama ga diurus ini blognya. haha. Tapi Alhamdulillah sih, meski ga nulis blog,  4 bulan kemarin ini sudah berhasil menelurkan 2 literatur buat jurusan. Semoga menjadi manfaat deh ya. :) Kali ini sih bukan cuma mau posting tulisan aja, mau posting desain juga. mumpung hari sumpah pemuda. :) Begitulah hakikatnya pemuda, bersamanya Ilmu dan Taqwa. Dan mari sejenak lihat kedalam diri, pantaskah kita disebut pemuda? sudahkah kita benar-benar menjadi seorang pemuda? Miris, ketika banyak yang masih beranggapan kalau masa muda identik dengan foya dan pesta. Terlalu percuma jika energi muda tersebut hanya habis untuk hal kurang bermanfaat tersebut. Masih dalam suasana Dzulhijjah, bagaimana cerita keluarga Ibrahim yang selalu dapat dijadikan hikmah. Isma'il, sosok pemuda yang selalu mengedepankan Taqwanya. Ketika tanpa ragu dia rela menjadi qurban yang menjadi perintah Allah kepada dirinya. Juga kisah Ibrahim muda, yang dengan ilmunya dia melawan tirani Raja Namrud. Bagai...

Belajar dari Sejarah?

Jadi ceritanya gw baru selesai baca buku Api Sejarah yang pertama, bukunya Ahmad Mansur Suryanegara. Dan kebetulan bertepatan juga dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, jadilah gw mau soksokan bikin tulisan. Hhe. Dulu waktu di SMA, guru sejarah gw mengenalkan sebuah frase yang diungkapkan oleh Cicero, Historia Vitae Magistra . Artinya adalah Hidup Guru Sejarah!! eh salah, artinya adalah Sejarah Guru Hidup . Nah, Kita percaya bahwa dari sejarah kita dapat belajar, dari kejadian-kejadian masa lalu kita dapat mengambil ibrahnya yang kemudian menjadi pertimbangan kita untuk menjalani masa depan. Penulisan sejarah sendiri bergantung dari siapa yang berkuasa. Ketika Indonesia masih diduduki oleh Kolonial Belanda, maka jelas, penulisan sejarah Indonesia saat itu bergantung pemerintah Kolonial Belanda. Jelas, penulisan sejarah yang sangat diutamakan adalah dengan membentuk opini yang baik terhadap mereka pribumi yang kooperatif dengan pemerintahan Kolonial Belanda. Begitupun dengan pene...

Potret Kedamaian

Pengen coba berbagi tentang salah satu nasyid dari Gradasi, judulnya Potret Kedamaian. Liriknya begini: Potret Kedamaian Kaki kecil melangkah menapak bumi yang indah Seakan tiada beban hidup di dunia Wajah polos yang cerah menyapa ramah sesama Angin lembut menerpa selembut hatinya Oh indahnya hidup seperti mereka Yang tiada dengki, iri hati damainya Anak - anak di desa yang riang main bersama Anugerah Yang Maha Kuasa menghias dunia Andaikan kita bersikap mampu setulus mereka Yang tak kenal ketamakan hanya cinta kebenaran Andaikan kita melihat mampu sejujur mereka Yang tak kenal perpecahan hanya cinta kedamaian Hmm, entah kenapa pengan aja berbagi cerita dengan nasyid itu. Yang menceritakan anak-anak kecil yang polos, belum ternoda oleh dunia. Yang difikiran mereka hanya bermain bersama kawan. Asal senang tiap hari. Belum ada beban ini dan itu. Ga ada juga yang namanya dengki, iri hati, tamak, apalagi perpecahan. Enak aja gitu kayaknya jadi me...

Islam dan Zaman Modern

Oke, kali ini gw kembali dengan tulisan sotoy gw. Sebuah pemikiran yang sangat sotoy. Haha. Jadi ini tuh dulu gw bikin buat bantuin PR Agamanya temen gw. Daripada sayang tulisannya, mending tak post disini aja dah. :3 Sejauh mana peran iman dan taqwa dalam kehidupan modern. Pertama kita harus definisikan dulu apa itu iman dan apa itu taqwa. Kita ambil definisi yang paling sederhana. Iman adalah percaya. Mengacu pada rukun iman yang 6, maka dapat didefinisikan (secara sederhana) lagi seperti berikut: 1. Iman kepada Allah, artinya percaya bahwa Allah itu ada. Sederhananya seperti itu. Percaya bahwa Allah lah Sang Maha Segalanya. Percaya bahwa ada Allah yang selalu melihat apa yang kita perbuat. Percaya bahwa ada Allah yang mendengarkan doa-doa kita. 2. Iman kepada Malaikat. Sederhananya, percaya bahwa ada makhluk ciptaan Allah bernama malaikat. Yang selalu bertasbih dan taat kepada Allah. Yang salah diantaranya bertugas untuk mencatat segala perbuatan kita, mengadili kita, bahkan...

Cemburu

Ceritanya gw mau sedikit curhat di postingan gw kali ini. Hmm, ga curhat juga siih. Tapi ya gitu. ahaha. *abaikan Ceritanya di penghujung bulan lalu, gw merasakan sedikit kegalauan. Ya, jarang-jarang gw begitu. Soalnya biasanya gw asik becanda sama temen-temen, jadi ga terlalu kepikiran, dan emang biasanya gw ga terlalu menjerumuskan diri gw ke hal-hal yang begitu. haha. Ya jadi gw ada sedikit masalah dengan beberapa cewe (*sok laku, lebay, kepedean, kegeeran,katrok), karena kedekatan kami terlalu jauh tentunya. Dan pada akhirnya gw kebingungan, kalo terlalu dekat lagi, bisa bahaya. Tapi kalo di jauhin, gw kesepian, ga ada temen smsan. Ya soalnya gw emang pengangguran ga berkelas siih taun ini. Kuliah pulang kuliah pulang. Monoton. Dan kebetulan temen kosan gw juga pada sibuk dengan urusannya masing2, alhasil kerjaan gw ya cengok lah di depan leptop kalo malem, dan dering HP yang udah mulai sepi. Nah, jadi ya itu. Galau harus gimana. Ditambah lagi penghujung bulan kemaren ada mome...

Kebebasan dan Ketidakadilan

yak gw bikin lagi analisis bodoh, cuma bagian dari keresahan yang ada difikiran aja. selamat membaca, maaf yoo kalo aneh. hhe. :3 Kebebasan berekspresi, demokrasi, dan HAM sekarang seolah sudah menjadi Tuhan di Indonesia. Ya, karena semua hal jadi terkesan "boleh" dilakukan karena ya itu bagian dari kebebasan berekspresi, karena setiap orang punya hak asasi masing-masing. "Jadi ya suka-suka dong, mau gw pake baju minim, mau ga pake baju juga ya hak gw dong" begitu mungkin kata mereka, "Ini kan negara demokrasi". Ya kira-kira begitulah. Bahkan ketika pemerintah ingin membuat peraturan UU Pornografi dan Pornoaksi, beberapa aktifis (abal-abal) mendemo pemerintah karena menurut mereka itu mengekang kebebasan berekspresi. Dan kalau di ingatkan, kira-kira akan terjadi percakapan seperti ini: A (mba-mba pakaian minim) B  (yang mengingatkan) B: mba, kok pake bajunya minim banget? A: suka-suka gw dong, hak gw lah mau pake apaan. B: tapi kan ga sopan mba...

Membenarkan Yang Biasa

Bismillah, Baru beberapa minggu kemarin ada lagi salah satu pegawai pajak yang bermasalah, tentu juga mengingatkan kita betapa bejatnya Gayus mengambil banyak keuntungan dengan pekerjaannya sebagai pegawai pajak. Dan agak risih juga kalau denger kalau "suap-menyuap" di lingkungan itu adalah hal yang biasa. Ah, ga cuma di lingkungan pajak saja, di setiap lingkungan instansi pemerintah yang berkaitan dengan administrsi sepertinya juga sudah menjadi hal yang biasa. Hal-hal yang biasa yang kemudian seolah menjadi benar untuk dilakukan. Tak ada rasa malu lagi, apalagi merasa bersalah. Pernah baca sebuah artikel tentang pengakuan dari salah satu cawagub yang sedang bertarung dalam pilkada, beliau bilang kalau politik uang itu hal yang biasa. Lagi, suatu hal yang sudah biasa kemudian seolah menjadi benar. Dan mungkin masih banyak lagi perkara-perkara yang menjurus ke korupsi, kecurangan, dan hal-hal sejenis yang karena sudah terlalu sering dilakukan hingga akhirnya perkara tersebu...

Dan ....

Januari 2011, masih terasa euforia tahun baru Dimana bumi kembali berada di titik awal revolusi Kembali mengitari lintasan pengaruh gravitasi Ya, sebuah keniscayaan adanya awal dan akhir Periode, begitu kita menyebutnya Begitupun pada sebuah organisasi Kelak akhir dari periode itu akan datang Seperti yang sedang kualami sekarang Berada pada akhir perjalanan periode Kembali membuka memori di awal Saat pertama bergabung dengan keluarga baru Aku, seorang bocah sok idealis mencoba bergabung Ikut seleksi tahap awal dan lolos Ya, lolos dan ditempatkan dengan para penulis hebat Kecewa tak ditempatkan pada pilihan pertamaku Ah tak apa, bayangan akan terfasilitasinya hasrat Hasrat untuk menulis yang kian meredup sejak SMP Juga bayangan akan menjadi jurnalis Profesi yang pernah terpikirkan didalam benak Sempat muncul rasa lagi rasa kecewa itu Ketika merasa diri tidak cocok dengan sekitar Dan pada akhirnya dapat akrab juga Dan kini setahun bersama m...