Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label refleksi

Dua Tiga

dan.. sampai juga.. menjadi dua tiga.. tak harus meriah.. ataupun sumringah.. cukup melihat lembaran silam.. juga catatan rencana dihadapan.. memaknai laju jalan hingga kini.. sambil terus merajut harap dan mimpi.. segala selamat dan semoga yang terucap.. biar dia menjadi kencana yang maju berderap.. melaju membantu mencapai harap.. menantang segala onak yang datang menghadap.. ya, cukup bagaimana memaknainya.. bukan megah dan meriahnya.. selamat memaknai hari ini.. hai sang perajut mimpi.. .afm. dimasa dua tiganya 201015

Season Ramadhan: Belajar Istiqomah, Istiqomah Belajar.

Ada sebuah postingan yang menarik dari salah satu grup di jejaring Line. Berikut adalah postingan tersebut: Ya, Season Ramadhan, begitu kadang kita menyebutnya. Yaitu ketika kita berusaha meningkatkan ibadah kita Ketika kita berusaha meninggalkan ke-sia sia-an Ketika kita berlomba mengoptimalkan amalan-amalan sunnah Ya, Ramadhan. Bukankah Ramadhan itu berkah? Ketika di bulan lain kita lalai, Kini kita lebih disiplin dalam beribadah Bukankah Ramadhan itu nikmat? Ketika di bulan lain kita sering menyiakan waktu, Kini bahkan kita terus mengejar Ibadah sunnah. Bukankah Ramadhan itu indah? Maka, di bulan ini lah kita belajar, di bulan ini lah kita di-didik, Belajar untuk Istiqomah, Istiqomah untuk Belajar. Tentang meningkatkan kapasitas diri, Juga soal menjadi lebih baik. Dan semoga, Ramadhan ini menjadikan kita lebih baik dari yang lalu Juga terus istiqomah dengan capaian saat ini. .afm.

Memaknai Hari Lahir

Hari lahir, umumnya ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap mereka yang telah terlahir. Berbagai pesta, mulai dari pesta mewah hingga yang sekedarnya tak jarang dihelat untuk merayakan momen hari lahir tiap tahunnya. Untaian kata selamat dan doa juga bertubi-tubi di ucapkan oleh rekan dan keluarga, untuk kesehatan dan segala rezeki dimasa mendatang.  Kemudian, apa sebenarnya makna dari hari lahir itu? untuk apa ritual tahunan tersebut dirayakan? adakah hikmah-hikmah yang bisa kita ambil daripada sekedar menjalankan ritual atau gengsi? Pada dasarnya tiap-tiap individu memiliki pemaknaan masing-masing terhadap datangnya hari lahir. Dan disini, saya ingin mencoba menuliskan beberapa pemaknaan dari umumnya yang sering saya dengar. Momen hari lahir adalah momen berkurangnya masa hidup. Setiap yang bernyawa pasti akan mati, begitu firman Allah di dalam Al-Quran (3:185). Maka, banyak yang memaknai hari lahir sebagai berkurangnya jatah hidup didunia, dan semakin de...

dua puluh penuh keluh

Yap, di hari ke duapuluh bulan ini, gw genap dua puluh ternyata. Sempet lupa sih, tapi inget lagi. Udah tua, tapi makin ga bisa dibanggakan. Ah, payahnya. Entah kenapa gw rindu dengan diri gw ketika masih SD, masa-masa gw agak berprestasi di bidang akademik. Kemudian masih di masa SD tepatnya di umur 8-9 tahun lah, ketika gw berhasil menghafal beberapa juz AlQuran yang sekarang sudah lepas-lepas :(. Kemudian masa-masa SMP dan SMA gw yang meski sedikit prestasi, tapi gw masih bisa gw banggakan karena saat itulah saat-saatnya gw masih takut-takut sama cewe, meski belum terlalu menjaga jarak. Dan kemudian masa yang paling gw rindukan adalah tahun-tahun pertama gw menjadi mahasiswa, di umur 17-18 tahun. Masa-masa gw sangat baru kenal dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang aktivis da'wah. Masa-masa gw benar-benar menjaga jarak dengan cewe-cewe. Masa-masa dimana gw sangat semangat menjalani rutinitas gw dan berkumpul dengan kawan-kawan aktivis. Ah, sekarang semua itu tinggal kena...

Jauh Menurun

mencoba membuka catatan lama arsip coretan di laman yang sama terlihat skill ku dahulu masa dimana aku senang dengan frase mencoba banding dengan sekarang ah, aku rindu aku yang dulu yang seperti ini tapi aku senang dengan yang sekarang kumpulan kalimat sedikit humor lebih bebas, tak terikat kembali ke skill, kemampuan sepertinya sudah jauh menurun tak lagi mudah mengaduk kata imajinasi tak kunjung muncul ah, begitulah aku dan sekarang mencoba kembali mengasah lagi dan lagi dan semoga tak hanya seperti ini jauh lebih baik lagi nantinya Bismillah.

Random

tak mengerti ketika hati berkecamuk antara satu hal dan yang lain ketika diri merasa tak sanggup namun dari luar terus berharap dan sesal pada akhirnya disana dzolim disini keluhan akan diri mengeluhkan hal yang maya dibuat-buat, mencari-cari padahal paku itu ada didalam diri hufhh .. pelajaran untuk lebih menghargai amanah tidak dzolim dengan harap disana kelak tak ada yang kecewa hanya senyuman yang ada ya, tak kan lagi hhe.. itu postingan apaan yaa?? ckck .. benarbenar random .. mengeluarkan apa yang ada di otak hanya dalam beberapa menit .. hmm .. 

dari kota ke kota

Sedikit cerita tentang kota yang penah kutinggali Pertama kota Banda Aceh Berada di Provinsi paling barat Indonesia Sekitar 4 tahun awal berada dikota itu Tak banyak yang ku ingat Kemudian pindah ke Meulaboh Disana namaku bukan Faqih Aku biasa dipanggil Pakeh Berhadapan dengan Babi hutan Dan tiga mayat yang disemen didalam tong Beberapa ingatanku ketika disana Juga ketika aku bosan di taman kanak-kanak Yang membuatku dititipkan di salah satu SD disana Belum cukup umur memang Kemudian tulisan Referendum di jalan-jalan Beserta gambar rencong tentunya 1999 kami pun pindah lagi ke Banda Aceh Banyak yang ku ingat kali ini Tak ada waktu bermain Pagi belajar di Sekolah Siang menghafal bersama kawan Ya, menghafal, namun semua itu sudah hilang Dan kawanku yang lain tampaknya sudah 30 Jauh tertinggal diriku dengan 5 Itu pun sudah berceceran Minggu pagi pukul 7 di ajak ke pantai oleh Ayah Hampir tiap minggu jika beliau sedang dirumah Suara granat ketika sedang belajar ...

mereka

aku bukan sukarno yang memiliki citacita tinggi untuk indonesia aku bukan ahmadinejad yang berani menentang negara yang lebih besar aku bukan nelson mandela yang mampu memenangkan kaum minoritas aku bukan syeikh ahmad yassin yang mampu memimpin walau duduk di kursi roda aku bukan hasan al-banna yang mampu memimpin pergerakan da'wah aku bukan umar bin khattab yang ditakuti oleh musuhnya aku bukan abu bakar yang memiliki wibawa di mata rakyatnya ya, mereka memang tokoh yang luar biasa dimata rakyat mereka. semoga aku pun kelak bisa menjadi seperti mereka. setidaknya untuk memimpin keluarga. hhe

sedikit muhasabah .. hho

Dia menunjukkan jalan yg benar namun aku berpaling Dia memberiku pilihan yg bijak namun aku enggan Dia menempatkanku di tempat yg tepat namun aku malas Dia memberikan apa yg aku butuhkan namun aku menolak Dia ada untukku namun aku tidak peduli ahh.. sungguh naif sungguh egois kini kucoba kembali tuk ikuti jalan itu dan aku tak tersesat kini kucoba mengambil pilihan itu dan aku tak kesulitan kini kucoba berada di tempat itu dan aku tak kesepian kini kucoba tuk menerima pemberianNya dan aku tak kecewa kini kucoba untuk selalu ada untukNya dan aku akan bahagia semoga bisa istiqomah