Langsung ke konten utama

Postingan

Musim dingin di Shirakawago

Shirakawago, desa di Perfektur Gifu Jepang, dengan salah satu pemandangan winter terbaik di Jepang, setidaknya menurut gw. hehe. Kalau ga salah sih ini desa juga jadi situs warisan UNESCO deh ya. Semoga ga salah. Ehehe. Jadi musim dingin 2019, tepatnya bulan Januari kemarin, gw nyempetin buat dateng ke Shirakawago itu. Buat ngliat tumpukan salju, yang ga bisa ditemuin di Shiga. Haha. Gw pergi sama Mas Ari dari Kanagawa dan Mas Fandi sesama penghuni Shiga. Ada banyak cara buat ke Shirakawago, dan gw memilih buat ke Shirakawago via Kanazawa. Jadi, dari Kyoto gw naik bus malam ke Kanazawa dan sampe sana pagi. Rencana awal berangkat ke Shirakawagonya hari itu juga kalau dapet Bus, tapi ternyata yang hari itu udah full direservasi. Jadinya kita langsung reservasi buat berangkat besoknya, pulang pergi, Kanazawa - Shirakawago - Kanazawa. Kalau ga salah pake Bus Hokutetsu, harga tiket PP nya sekitar 3.300 Yen. Esok paginya kami pun berangkat ke Shirakawago, naik bis dari depan Stasiun Kan...

Cerita di Motegi MotoGP 2018

Haihaihaiii.. Lama tak ber-testimoni lagi. Lebih sering nulis caption di IG sih sebenernya. haha. Padahal ya ga nulis-nulis juga disana. ._. Yak, kali ini mencoba menulis lagi disini, tentang perjalanan ke Motegi dalam menonton langsung MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi. Tulisan ini dibuat dalam rangka berbagi informasi kepada kalian-kalian yang punya rencana buat nonton MotoGP di Motegi. Kira-kira, gw punya wacana buat nonton langsung MotoGP di Motegi adalah gara-gara si Nadia (temen kampus) nonton MotoGP langsung di Sepang (2017). Dari situ kepikiran, kenapa pas kulia di Jepang nanti, ga sekalian aja nonton Moto GP langsung di Motegi. Dari situlah kami mulai berwacana. Ya namanya wacana, gede di omongan doang, masi sangat ga jelas bakal pergi apa engga. Apalagi saat itu belum tau jadwal kuliah nanti gimana, dan gimana caranya bisa dapet tiket murah dari Shiga ke Tokyo. Barulah kemudian September kemarin, setelah sampai di Jepang, mulai lah tanya-tanya gimana cara ke Tokyo ya...

[Book Summary: The Third World in Perspective] Chapter 1: This Changing World

Since 1945, views concerning the problems of development and underdevelopment have undergone numerous and sometimes drastic changes. Such changes occurred both in developed and underdeveloped countries. The primary purposes of this chapter is to describe and explain these changes, especially those that have taken place in the economically advanced societies. The problem is that at particular points in time views on development and underdevelopment have not always been the same in all industrialized countries. Europeans are more aware of the great disparities in today’s troubled world and appear better informed about the causes of underdevelopment. The period 1945-1985 is divided into four ten-year periods. This periodization is an arbitrary one and that there are no well-defined “boundaries” separating one period from another. I.        1945-1955: Period of Western Disconcern In this period, developed countries were not interested yet with the prob...

Tiga Puluh Hari Bercerita Instagram 2016

Fiuuh, lama sudah ini blog tidak ditata. Dua tahun (2015-2016) hanya ada 5 postingan. Haha. Sebenarnya akhir-akhir ini lebih sering nulis di Instagram, monggo di cek di tkp .. Banyak nulis cerita disana. Terutama pada Januari 2016 dan Januari 2017, dimana gw ikutan semacam challenge nulis cerita selama tiga puluh hari penuh. Kenapa jarang nulis disini? karena disini ga banyak yang baca. haha. Maklum, blog cupz kek gini kan. Isinya aja amburadul. Haha. Biarlah, yang penting meninggalkan jejak. Syukur-syukur bisa mengilhami orang-orang. Beuh,. Haghaghag. Okeh, mungkin sebagai pemanasan dan sambil bersih-bersih sarang rayap disini (semoga jadi agak rajin nulis lagi di blog ini), kali ini gw mau mindahin cerita-cerita gw di Instagram kesini. Mungkin gw awali dengan posting tulisan tantangan #30haribercerita tahun 2016. Tenang, ga semua di post kok. Cuman 5 aje. hehe. Silakan dibaca dah~ [Cerita 6] Aksi. Kemarin, linimasa media sosia, grup-grup whatsapp dan semacamnya cukup ram...

Self Publishing, Solusi Publikasi Karya

Seorang penulis tentu ingin membukukan dan mempublikasikan karyanya. Ada berbagai cara mempublikasikan karya, baik itu via media maya maupun media cetak. Cara yang paling umum digunakan untuk mempublikasikan karya via media cetak adalah melalui penerbit mayor. Kita cukup mengirimkan naskah tulisan kita ke penerbit mayor. Setelah itu penerbit akan mencetak dan memasarkan tulisan yang sudah dibukukan. Proses naskah, dari pengiriman hingga penerbitan, memang bukan proses yang pendek. Membutuhkan waktu hingga naskah tersebut siap edar. Naskah yang di kirim akan diseleksi editor dan memakan waktu selama 3 bulan hingga 2 tahun. Tiap-tiap penerbit mayor memiliki krit e ria-kriteria naskah tertentu , sesuai dengan pasar yang disasarnya. Dalam prosesnya, naskah akan diseleksi berdasarkan kriteria-kriteria penerbit mayor tersebut. Selain itu, pemilihan naskah disesuaikan pula dengan tren pasar yang sedang berkembang, serta seleksi berdasarkan bentuk penulisan naskah tersebut. Selain me...

Inventarisasi BMN: PLTS dan PLTMH di Sumatera Utara

Plang PLTS Terpusat 15 kWp di Desa Hutatua, Sumatera Utara. Kali ini gw mau cerita ketika gw ditugaskan untuk Inventarisasi BMN di Sumatra Utara. Ketika itu gw bersama tim melakukan inventarisasi di 4 Kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Utara, Samosir, Simalungun dan Deli Serdang. BMN yang di Inventarisasi berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), dan sumur bor air bersih. BMN yang dari satker gw ya PLTS di Desa Hutatua, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan PLTMH di Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur MulaMula, Kabupaten Samosir. Oke, pertama cerita soal PLTS di Desa Hutatua. Lokasinya cukup terpencil, ditengah-tengah gunung sepertinya. Akses ke lokasi sangat sulit. Dari Tarutung, Ibukota Kabupaten Tapanuli Utara, menuju Kecamatan Parmonangan kira-kira membutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam menggunakan mobil. Kemudian akses menuju Desa Hutatua hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Kami menyewa du...